Cara Unik untuk Mengurangi Tagihan Listrik Rumah Anda!

Beberapa hari terakhir kita sudah membahas tentang pentingnya konservasi listrik dan juga implementasinya melalui sistem green building atau bangunan hijauMemang sistem bangunan-bangunan hijau sangat diperlukan untuk secara otomatis mengurangi penggunaan listrik yang berlebih. Bagi perusahaan-perusahaan atau industri besar tersebut, tanpa sadar, dengan investasi awal yang mungkin sedikit lebih banyak, mereka sudah berkontribusi secara positif terhadap pengembangan energi berkelanjutan – dan sebagai bonus, dalam jangka panjang mereka dapat mengurangi biaya tagihan listrik mereka. Lantas bagaimana dengan kita sehari-hari? Bagaimana kita dapat menerapkan konsep efisiensi dan konservasi energi di rumah sekarang?

Kita sering mendengar ada banyak cara-cara mudah untuk memaksimalkan penggunaan listrik di rumah seperti mengganti bohlam lampu pijar dengan bohlam LED yang lebih efisien, atau menggunakan alat-alat rumah tangga seperti kulkas, mesin cuci, dan televisi yang menggunakan lebih sedikit listrik. Nah, hari ini kita akan membahas tiga cara unik untuk mengurangi pemborosan listrik yang lebih jarang dibahas orang namun memiliki dampak yang cukup besar terhadap pemakaian listrik rumah tangga!

Jangan lupa ya, dengan mengikuti cara-cara dibawah ini, bukan hanya kita telah membantu mengonservasi energi, namun kita juga dapat mengurangi tagihan listrik rumah kita, lho!

Mematikan alat-alat elektronik sepenuhnya.

Sering kali kita mematikan televisi, komputer, pendingin ruangan, dan alat-alat elektronik hanya sampai mode stand-by. Kadang kita berpikir untuk membiarkannya dalam mode stand-by agar jika kita kembali lagi ke rumah setelah aktivitas di luar, mudah bagi kita untuk langsung menikmati program favorit di televisi atau langsung mendinginkan kamar. Untuk televisi, biasanya mode ini memiliki indicator lampu LED merah di bagian power; untuk komputer, biasanya ada beberapa lampu LED yang masih menyala, menandakan komputer belum 100% dalam keadaan mati.

Memang jarang kita perhatikan, tapi tahukah anda bahwa mode ini memakan energi listrik dengan jumlah yang cukup besar? Dalam keadaan stand-by, alat-alat elektronik ini hanya diam mengonsumsi energi menunggu perintah dari remote control kita tapi tetap menggunakan daya untuk menangkap dan “menunggu” sinyal dari kita. Ternyata, mode ini masih memakan sekitar 10% dari konsumsi listrik saat dalam kondisi menyala! Bayangkan bila televisi kita dirumah yang memakan konsumsi sekitar 500W ternyata masih memakan 50W saat tidak digunakan.

Ada banyak cara untuk mengurangi penggunaan alat-alat kita agar tidak mengonsumsi stand-by power, dan cara yang paling mudah tentunya adalah mematikan alat-alat tersebut sepenuhnya, langsung dari sumber listriknya. Secara praktis, kita tidak perlu mencabut kabel satu per satu, karena sekarang ini sudah banyak teknologi sederhana yang dapat mematikan alat-alat elektronik langsung dari sumbernya, misalnya saklar dengan tombol on/off untuk colokan atau kabel roll, dan steker listrik. Dengan hanya menekan satu tombol tersebut, kita bisa mematikan alat-alat elektronik tanpa harus mencabut dan memasang colokan listrik dari alat-alat elektronik kita saat kita ingin menggunakannya lagi.

Tidak terlalu susah bukan? Hanya satu langkah tambahan dari kebiasaan kita sehari-hari yang membiarkan alat elektronik tersebut dalam keadaan stand-by. Walau awalnya mungkin terasa berat dan banyak terlupa, lambat laun kita akan terbiasa. Kuncinya hanya satu, yaitu: mulailah! Kebiasaaan ini harus kita galang dalam rumah tangga kita agar dapat mengurangi pembuangan energi yang sia-sia dari standby power.

Menggunakan solar water heater & mengurangi debit shower head.

Beberapa dari kita terbiasa dengan mandi menggunakan air hangat. Kadang untuk mengatasi kemacetan kita harus bangun amat pagi dan terasa dingin jika mandi di pagi hari, dan akhirnya memilih untuk memasang pemanas air agar dapat menggunakan air hangat di pagi hari. Namun, perlu diingat bahwa penggunaan listrik untuk memanaskan air cukup besar! Menurut Department of Energy USA, pemanas air merupakan pemakai listrik terbesar kedua dalam tagihan bulanan kita.

Banyak jenis pemanas air yang sekarang banyak dijual – mungkin yang paling banyak digunakan ialah tipe storage dimana air panas disimpan di dalam sebuah tank dan tankless atau tankless coil yang tidak menggunakan tank namun langsung memanaskan air saat keran dinyalakan menggunakan listrik. Tapi tahukah anda bahwa pemanas air tipe storage tidak efisien karena terdapat stand-by heat loss? Air yang sudah dipanaskan karena tidak terpakai otomatis akan terbuang panasnya dan perlu dihangatkan kembali, dan ia pun menggunakan daya ketika tidak digunakan. Begitupun dengan tankless atau tankless coil. Karena tipe ini memiliki batasan yaitu hanya dapat memanaskan air sekitar 6-15 liter per menit, agar terus panas diperlukan beberapa pemanas agar air hangat selalu tersedia.

Lantas, bagaimana cara mengatasinya? Cobalah gunakan solar water heater, atau pemanas air menggunakan panel surya!

Mari kita simak bagaimana solar water heater bekerja:

Memang apa manfaat solar water heater dibandingkan tipe lainnya? Tipe ini 50% lebih efisien daripada pemanas air gas atau listrik!  Solar water heater memiliki efisiensi harga yang cukup baik. Banyak sistem solar water heater juga memiliki sistem penyimpanan untuk air panas agar dapat memasok air panas pada sore ataupun malam hari. Ditambah lagi, sumber energinya merupakan tenaga surya yang merupakan sumber energi terbarukan!

Memang, solar water heater mungkin lebih mahal dibandingkan tipe pemanas air lainnya. Namun, karena teknologi panel surya yang semakin murah, bukan tidak mungkin untuk pemanas air tenaga surya ini untuk terus bertambah murah.

Tapi tenang saja, ada cara lain yang lebih murah untuk mengurangi pemakaian listrik yang ditimbulkan dalam proses pemanasan air, yaitu mengganti shower head. Dengan mengganti menjadi shower head yang mengeluarkan debit air yang lebih rendah, secara tidak langsung kita akan menghemat jumlah air panas yang digunakan. Menggunakan shower head dengan debit air rendah menghemat air sebesar 25-60%! Secara tidak langsung, selain menghemat listrik untuk memanaskan air, kita juga menghemat air – sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui!

Membuat desain rumah yang ramah lingkungan.

Pilihan terakhir dapat digunakan pada tahap awal ketika kita membangun rumah kita, atau saat kita merenovasi rumah. Banyak, lho, cara-cara menghemat listrik dengan memanfaatkan desain yang pintar dan hijau di rumah kita!

Kamar dengan pencahayaan dan sirkulasi udara yang baik. Sumber: freshome.com

Misalnya dengan pencahayaan alami. Dengan membuat jendela-jendela yang lebih banyak dan sesuai dengan pencahayaan alami lokasi rumah anda, anda dapat mengurangi biaya listrik karena secara otomatis anda akan memerlukan lebih sedikit cahaya dari lampu. Salah satu cara adalah dengan memiliki jendela yang besar agar cahaya matahari bisa masuk dengan leluasa, atau memiliki jendela di tempat tinggi misalnya pada langit-langit rumah anda. Contoh lainnya ialah mendesain rumah dengan sirkulasi udara yang baik. Selain baik untuk kesehatan anda karena udara terus berganti, dengan sirkulasi udara yang baik, praktis penggunaan pendingin ruangan atau AC akan berkurang.

Cara lain adalah dengan memakai peralatan rumah tangga yang hemat energi sejak awal. Dengan sengaja membeli alat-alat yang bersertifikat ”Energy Star”, anda telah memilih peralatan yang hemat energi dan praktis memakai lebih sedikit listrik pada jangka panjang. Mungkin awalnya peralatan ini akan terlihat sedikit lebih mahal dari pilihan lainnya, namun pikirkan juga dampak jangka panjangnya – investasi yang lebih mahal di awal, namun tagihan listrik bulanan anda akan berkurang! Toh, peralatan ini, seperti kulkas, mesin cuci, dan televisi, anda pakai setiap hari. Jadi, tidak akan rugi membeli peralatan rumah tangga yang hemat energi.

__

Selain ketiga cara diatas, tentu masih banyak cara-cara lainnya. Misalnya dengan mematikan lampu dan AC ketika keluar dari ruangan, hanya menggunakan lampu mulai dari akhir senja atau malam hari saja, dan banyak lagi. Banyak dari kiat-kiat tersebut memerlukan tekad dan komitmen dari kita untuk mengubah kebiasaan kita sehari-hari. Ingat, walaupun awalnya terasa berat, tapi lambat laun akan menjadi kebiasaan yang bermanfaat bagi kita, dan bahkan bagi lingkungan!

___

Hari keempat belas dari #15HariCeritaEnergi

Informasi lebih lanjut mengenai sektor energi Indonesia dapat diakses melalui www.esdm.go.id!

Leave a Reply